Lemak Jenuh VS Lemak Trans. Manakah Yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan?

Lemak Jenuh, Minyak kelapa sehat, lemak trans. bahaya lemak trans
hallosehat.com

Selama ini kita seolah digiring oleh opini salah yang menyatakan bahwa untuk gerakan pola hidup sehat adalah dengan mengurangi asupan lemak jenuh sedikit mungkin. Padahal jika kita mengetahui lebih dalam lagi ada satu lemak yang ternyata jauh lebih berbahaya dari lemak jenuh yaitu lemak trans.

Apa itu Asam Lemak Jenuh?

Asam lemak jenuh atau saturated fatty acids (SFA) adalah jenis lemak yang terdapat dalam produk hewani seperti susu penuh, krim, keju, daging-daging berlemak seperti daging sapi, daging sapi muda, daging babi dan ham. Juga terdapat dalam beberapa produk nabati termasuk minyak kelapa, minyak biji palm dan vegetable shortening. Asupan dalam jumlah banyak, secara signifikan tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol LDL, akan tetapi sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL darah.

Minyak kelapa adalah salah satu produk nabati yang banyak mengandung asam lemak jenuh yaitu sebesar 85 %” . Berdasarkan penelitian Enig dan kelompoknya. 50 % asam lemak pada minyak kelapa adalah asam laurat dan 7 % asam kapriat. Kedua asam tersebut merupakan asam lemak rantai sedang yang mudah dimetabolisir dan tidak meningkatkan kolesterol darah.

Asam laurat dalam tubuh akan diubah menjadi senyawa “monolaurin” yang mempunyai kemampuan anti-protozoa, antibakteri serta anti-virus dan kini sedang dikembangkan sebagai anti-virus HIV.

Sedangkan asam kapriat dalam tubuh akan diubah menjadi “monokaprin” yang juga mempunyai kemampuan anti-virus dan sedang dikembangkan sebagai antivirus. Lipoeto membuktikan bahwa masyarakat yang banyak memakai minyak kelapa akan memiliki kadar eicosa-penta-enoic acid (EPA) dan docosa-hexaenoic acid (DHA) yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menggunakan minyak kelapa.

EPA dan DHA terbukti dapat menurunkan very low density lipoprotein (VLDL). Menghambat produksi tromboksan. Meningkatkan prostasiklin. Menurunkan viskositas darah dan mencegah trombosis.

Apa Itu Asam Lemak Trans?

Asam lemak trans berasal dari 3 sumber makanan, yaitu

  • Produk lemak hewan pemamah biak (susu, daging, jaringan adiposa),
  • Minyak yang dihidrogenasi sebagian (margarine, shortening, cooking fats)
  • Minyak yang telah dihilangkan baunya terutama minyak yang mengandung asam a – linolenik (misal : kacang kedelai dan repaseed oils).

Dari beberapa penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa batas atas asam lemak trans yang aman adalah sekitar 2% kkal. Asam lemak trans tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol LDL, tetapi secara bersamaan juga menurunkan kadar kolesterol HDL.

6 Fakta Asam Lemak Jenuh Dan Asam Lemak Trans

  1. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang rantai hidrokarbonnya tidak mempunyai ikatan rangkap, bersifat stabil, tidak mudah teroksidasi dan tidak berubah menjadi asam lemak trans atau senyawa berbahaya lainnya.
  2. Asam lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL sekaligus HDL. Sehingga secara otomatis meningkatkan kolesterol total yang merupakan perpaduan kolesterol LDL dan HDL.
  3. Dilihat dari struktur kimianya yang tidak mudah teroksidasi dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya, menunjukkan bahwa asam lemak jenuh tidak menyebabkan kanker. Sedangkan peningkatan kadar kolesterol HDL oleh asam lemak jenuh akan menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan peran HDL dalam membalikkan transport kolesterol dari membran sel ke hati memungkinkan hati membuang kelebihan kolesterol dalam jaringan perifer sehingga melindungi organ dari aterosklerosis.
  4. Asam lemak trans berasal asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu (PUFA) yang dihidrogenasi dengan temperatur tinggi. Sehingga memicu perubahan isomer asam lemak dari “Cis” (bentuk normal) menjadi “Trans”.
  5.  Asam lemak trans juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL, dan sekaligus menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
  6. Dilihat dari struktur kimia yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu, asam lemak tak jenuh jamak akan mudah teroksidasi (misalnya oleh radiasi ultra violet) serta mudah menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker.

Berdasarkan beberapa fakta mengenai asam lemak jenuh dan asam lemak trans. Kita bisa tahu bahwa untuk menggoreng minyak goreng kelapa adalah minyak paling sehat. Karena kandungan asam lemak jenuhnya yang ternyata membuat minyak kelapa lebih stabil ketika dipanaskan. Ditambah lagi asam lemak jenuh yang ada minyak kelapa ternyata kaya akan asam lemak rantai sedang yang ternyata sangat baik untuk kesehatan.

Hidup Sehat Berawal dari Minyak Goreng Kelapa Sehat.

Sumber : media.neliti.com

2 tanggapan pada “Lemak Jenuh VS Lemak Trans. Manakah Yang Paling Berbahaya Bagi Kesehatan?”

  1. Pingback: Perbedaan Minyak Kelapa dan Minyak Sawit. Mana Yang Lebih Sehat?

  2. Pingback: Benarkah Minyak Goreng Kelapa, Minyak Goreng Sehat Terbaik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *