Kriteria Minyak Goreng Sehat dan Alternatif Jenis Minyak Sehat Yang Bisa Kamu Gunakan

kriteria minyak goreng sehat, . tips memilih minyak goreng yang sehat. tips menggoreng yang sehat. tips menggunakan minyak goreng yang sehat

Memanggang, menumis, dan menggoreng merupakan proses pemasakan yang tidak bisa kita hindari. Kebanyakan orang lebih menyukai makanan yang diolah dengan cara dipanggang, ditumis maupun digoreng karena menghasilkan makanan dengan rasa yang lebih gurih atau lezat. Proses pemasakan seperti itu memerlukan minyak goreng, oleh karena itu kita perlu memastikan bahwa jenis minyak yang digunakan adalah minyak goreng sehat. Bagaimanakah kriteria minyak goreng yang sehat itu? Serta apa sajakah jenis minyak goreng yang paling sehat untuk di gunakan memasak?

Kriteria Minyak Goreng Yang Sehat

Beragamnya jenis minyak goreng yang terdasedia di pasaran, membuat kita harus lebih jeli dalam memilihnya, Berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk memilih minyak goreng yang sehat.

Memiliki kandungan lemak yang sehat

Menurut Fiastuti, Lemak terbagi menjadi lemak jenuh, lemak trans, dan lemak tak jenuh. Komposisi asupan nutrisi terbaik dalam sehari adalah kurang dari tujuh persen lemak jenuh, kurang dari satu persen lemak trans, dan sisanya harus dipenuhi dengan lemak tak jenuh.

Kendati demikian, Fiastuti menjabarkan ada minyak yang mengandung lebih banyak lemak tak jenuh. “Ini mungkin lebih aman, tapi di Indonesia itu kebiasaannya adalah deep frying. Minyaknya banyak dan dengan suhu tinggi. Ini membuat lemak tak jenuh lebih cepat berubah jadi lemak trans. Sama saja bahayanya,” papar Fiastuti.

Melihat dampak ini, Fiastuti menarik simpulan bahwa sebenarnya pemenuhan kebutuhan lemak dengan minyak sebaiknya tidak dilakukan dengan penggorengan. “Minyak dipakai saja untuk mengolah dengan menumis,” kata Fiastuti.

Untuk menggoreng kita bisa mengatasinya dengan minyak goreng kelapa, karena lemak jenuh pada minyak kelapa hampir mencapai 85% sehingga lebih stabil ketika dipanaskan dan tidak akan berubah menjadi lemak trans.

Memiliki Titik Asap Yang Tinggi

Ketika memasak pada suhu tinggi, banyak reaksi komplek yang terjadi di dalam minyak dan pada saat itu minyak mengalami kerusakan. Kombinasi lamanya pemanasan dan suhu yang tinggi saat memasak mengakibatkan terjadinya beberapa reaksi penyebab kerusakan minyak. Reaksi-reaksi yang terjadi adalah hidrolisa, oksidasi dan polimerisasi.

Minyak yang rusak akibat dari proses hidrolisa, oksidasi dan polimerisasi. Biasanya akan menghasilkan bahan dengan rupa yang kurang menarik, dan cita rasa yang tidak enak. Serta kerusakan sebagian vitamin dan asam lemak esensial yang terdapat dalam minyak.

Oleh karena itu, minyak goreng yang sehat untuk digunakan adalah minyak goreng dengan titik asap yang tinggi. semakin tinggi titik asap semakin baik mutu minyak goreng.

Berwarna bening dan jernih

Salah satu ciri dari minyak goreng sehat dan layak dikonsumsi adalah warnanya. Pastikan untuk memperhatikan warna minyak goreng yang akan dibeli. Minyak goreng yang baik dan sehat biasanya berwarna bening, jernih dan tidak mudah menghitam sehingga meminimalkan resiko kanker.

Tidak Berbau Tengik

Minyak goreng sehat tentu saja memiliki aroma yang khas. Pasalnya, minyak goreng yang sudah lama tentu akan beraroma tidak sedap atau berbau tengik karena telah mengalami kerusakan. Jika minyak ini dikonsumsi, maka, potensi gangguan kesehatan akan meningkat.

6 Alternatif Jenis Minyak Goreng Yang Lebih Sehat Untuk Memasak

Selain minyak goreng biasa, beberapa jenis minyak berikut ini ternyata bisa menjadi alternatif lain yang lebih sehat saat digunakan untuk memasak.

1. Minyak Kelapa 

minyak goreng sehat. minyak goreng kelapa. minyak kelapa sehat. minyak kelapa untuk menggoreng.  minyak kelapa terbaik. minyak goreng barco

Minyak kelapa selama ini dikenal sebagai minyak dengan sejuta manfaat, selain baik untuk kecantikan rambut dan kulit. Minyak kelapa juga sangat baik jika digunakan untuk menggoreng. 

Minyak kelapa memiliki titik asap yang  tinggi  sehingga lebih stabil ketika dipanaskan. Sehingga kandungan minyaknya tidak akan cepat rusak karena  proses oksidasi dan polimerisasi

Menurut Walter C. Willett, M.D., Harvard Medical School, manfaat minyak kelapa membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang membantu meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu minyak kelapa juga merupakan minyak goreng diet terbaik karena mengandung MCFA yang akan langsung membakar lemak pada tubuh dan mengubahnya menjadi energi.

2. Minyak Zaitun

minyak zaitun. minyak goreng zaitun. kandungan minyak zaitun.

Minyak zaitun juga kaya akan polifenol yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Namun kandungan lemak tak jenuh dalam minyak zaitun atau olive oil jauh lebih tinggi dibandingkan lemak jenuhnya. Sehingga, penggunaan minyak zaitun sebaiknya untuk menumis atau sebagai tambahan dalam salad saja karena jenis minyak ini memiliki titik didih yang rendah dan kurang cocok digunakan untuk menggoreng.

3. Minyak Canola

minyak canola. minyak goreng kanola.

Seperti minyak zaitun, minyak canola juga mengandung lemak tak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan lemak jenuhnya. Minyak canola juga mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang baik untuk kesehatan tubuh. 

Dengan rasanya yang netral dan titik asap tinggi, minyak canola sangat cocok digunakan untuk memanggang maupun menumis sebuah hidangan.

4. Minyak Biji Matahari

Minyak biji matahari, minyak goreng biji matahari

Minyak biji matahari mengandung beragam antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya asam oleat, betaine, dan asam phenolic. Meskipun minyak biji matahari memiliki titik asap yang tinggi, namun minyak ini lebih banyak mengandung asam lemak rantai panjang sehingga jika digunakan pada suhu yang tinggi maka kandungannya bisa berubah menjadi asam lemak trans. Oleh karena itu minyak biji matahari tidak cocok digunakan untuk menggoreng.  

5. Minyak Kacang

minyak kacang. minyak goreng kacang

Terbuat dari kacang yang disangrai hingga mengeluarkan minyak, dalam satu sendok minyak kacang terdapat sekitar 16 gram lemak tak jenuh yang sangat baik bagi kesehatan jantung. Ditambah dengan kandungan vitamin E dan mineral lainnya seperti zinc, selenium, magnesium, dan potasium.

Minyak kacang kaya akan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab kanker. Namun, minyak kacang akan mengeluarkan rasa pahit saat dipanaskan sehingga kurang cocok digunakan untuk menumis dan menggoreng. Mengolahnya kacang sebagai dressing salad adalah cara paling tepat untuk menggunakan minyak kacang.

6. Minyak Alpukat

minyak alpukat. minyak goreng alpukat

Meski tidak sepopuler minyak lainnya, minyak alpukat ternyata memiliki kandungan yang lebih sehat dibandingkan minyak sayur dari kelapa sawit. Di dalam minyak alpukat, terdapat lemak tak jenuh, vitamin E, protein, dan potasium yang dapat meningkatkan kesehatan.

Dilansir Today, minyak alpukat juga dapat digunakan sebagai obat anti-inflamasi dan menurunkan risiko pengeroposan pada tulang. Agar kandungan nutrisinya tak hilang, cara paling tepat untuk menggunakan minyak alpukat adalah mengolahnya sebagai dressing salad atau campuran saus.

Beragam jenis minyak goreng sehat yang disebutkan di atas saat ini juga semakin mudah dicari. Jika bisa menciptakan menu yang sehat, mengapa harus menundanya? Yuk, mulai pola hidup sehat dari sekarang dengan memberikan makanan sehat bagi diri sendiri dan orang-orang tercinta.

3 tanggapan pada “Kriteria Minyak Goreng Sehat dan Alternatif Jenis Minyak Sehat Yang Bisa Kamu Gunakan”

  1. Pingback: 9 Tips Membuat Aneka Gorengan Lebih Sehat dan Lezat.

  2. Pingback: Peran Minyak Kelapa Dalam Industri Pangan - Minyak Kelapa Sehat Barco

  3. Pingback: Keunggulan Minyak Goreng Kelapa Dari Minyak Sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *